Penggunaan Media Software Geogebra Untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Tambun Selatan Pada Materi SPLDV

Rizka Novianda

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis pada materi sistem persamaan linear dua variabel melalui penggunaan media software Geogebra di kelas VIII SMP Negeri 1 Tambun Selatan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII.A SMP Negeri 1 Tambun Selatan yang berjumlah 39 peserta didik. Waktu penelitian dilaksanakan pada Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021 yaitu dari bulan Oktober sampai November 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Metode pengumpulan data menggunakan tes, lembar observasi, lembar angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh data hasil tes evaluasi pembelajaran dengan nilai rata-rata kelas pada pra siklus sebesar 72,15 dengan ketuntasan klasikal sebesar 46,15%, yang mengalami peningkatan pada siklus I dengan diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 76,90 dengan ketuntasan belajar sebesar 71,79%, mengalami peningkatan kembali pada siklus II dengan diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 78,46 dengan ketuntasan belajar sebesar 89,74%. Kesimpulan penelitian ini adalah melalui melalui penggunaan media software Geogebra dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis pada materi sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP Negeri 1 Tambun Selatan.

Kata kunci: Representasi Matematis, Matematika, Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, Software Geogebra

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

    Penggunaan software komputer untuk kegiatan pembelajaran sangat tidak terbatas dan potensi teknologi komputer sebagai media dalam pembelajaran matematika begitu besar.

Bidang studi matematika diharapkan mampu memenuhi penyediaan potensi sumber daya manusia yang handal yaitu manusia yang memiliki kemampuan bernalar secara logis, kritis, sistematis, rasional, cermat, bersikap jujur, objektif, kreatif, bertindak secara efektif dan efisien, serta mempunyai berbagai keterampilan matematik dengan didukung keterampilan berpikir siswa, khususnya keterampilan berpikir matematik.

Tujuan pembelajaran yang dikemukan diatas sejalan dengan prinsip belajar matematika yang dikemukan oleh National Coucil of Teacher of Mathematics (NCTM) (Yaniawati, R. Poppy, 2010) bahwa siswa harus mempelajari matematika melalui pemahaman, dan aktif membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya Kenyataan di lapangan memperlihatkan bahwa hal tersebut belum secara maksimal dapat dilakukan. Akibatnya siswa tidak memahami materi pelajaran secara mendalam, terutama dalam materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), terbukti dengan diperolehnya rata-rata hasil ulangan harian siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tambun Selatan pada KD 3.5 Menjelaskan sistem persamaan linear dua variabel dan penyelesaiannya yang dihubungkan dengan masalah kontekstual dan KD 4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel setiap tahunnya berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapan sekolah.

Jika hal ini dibiarkan akan memberikan peluang kepada siswa untuk tidak menyenangi pelajaran matematika. Pendapat tersebut sejalan dengan hasil penelitian Nurafshar (Jaenudin, 2008:2) yang mengungkapkan bahwa lebih dari 50% siswa tidak menyerap dasar materi selama kegiatan pembelajaran matematika berlangsung dan sekitar 40% siswa tidak peduli terhadap matematika serta menganggap matematika tidak menyenangkan. Juga berdasarkan pengamatan dan pengalaman peneliti bahwa siswa mengalami kesulitan untuk membuat persamaan, model matematika atau representasi dari permasalahan yang diberikan, dan menggambar grafik persamaan garis beserta unsur-unsurnya secara lengkap dan benar untuk mencari himpunan penyelesaiannya.

Salah satu upaya untuk membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan representasi matematik salah satunya dapat menggunakan bantuan berupa program komputer berupa software, salahsatunyageogebra. Software geogebra merupakan software yang memiliki banyak ikon menu yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan masalah, menjelaskan materi aljabar, analasis, geometri dan trigonometri. Software geogebra bisa menjadi media yang dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan mereka. Di dalam software ini siswa dapat mengeksplorasi dengan bebas ketika menggambar grafik Persamaan Linear Dua Variabel dan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, sehingga siswa dapat berperan aktif dan pengalaman belajar ketika berusaha menentukan dan menganalisis penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Hal ini pun dilengkapi lagi dengan tampilan yang menarik dan ikon-ikon operasional yang mudah dipahami.

B. Pertanyaan Penelitian

Apakah Pengaplikasian Software Geogebra Terhadap Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Di Kelas VIII SMP Negeri 1 Tambun Selatan Pada Pembelajaran Daring Saat Ini Dapat Meningkatan Kemampuan Representasi Matematis Siswa?

C. Tujuan Penelitian

Meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa pada materi SPLDV melalui pembelajaran menggunakan software geogebra.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1.     Kemampuan Representasi Matematis

Kemampuan representasi merupakan salah satu komponen proses standar dalam principles and standards for school mathematics selain kemampuan pemecahan masalah, penalaran, komunikasi dan koneksi. Alhadad, Syarifah Fadillah (2010: 34) mengungkapkan bahwa representasi adalah ungkapan dari ide matematik yang ditampilkan siswa sebagai model atau bentuk pengganti dari suatu situasi masalah yang digunakan untuk menemukan solusi dari suatu masalah yang sedang dihadapinya sebagai hasil interpretasi pemikirannya. Afgani, Jarnawi (2011:4.41) representasi atau representation merupakan dasar atau fondasi bagaimana seorang siswa dapat memahami dan menggunakan ide-ide matematika. Bruner (Afgani, Jarnawi, 2011:4.41) berpendapat bahwa cara yang paling baik bagi anak untuk belajar konsep, dalil, dalam matematika ialah dengan melakukan penyusunan representasinya.

Kemampuan representasi matematik siswa dapat diukur melalui beberapa indikator kemampuan representasi matematik. Menurut Amelia, Alfiani (2013:20) indikator kemampuan representasi matematik siswa ada tiga, yaitu representasi visual, persamaan atau ekspresi matematik, dan kata-kata atau teks tertulis.

2.         Media Software Geogebra

Hohenwarter, Markus dan Preiner (2007:1), Geogebra adalah software matematika

yang dinamis untuk belajar dan pembelajaran matematika di tingkat menengah maupun tingkat perguruan tinggi dengan dikombinasikan dengan fitur dasar tentang sistem aljabar dan juga merupakan alat yang menarik sebagai bantuan untuk memahami konsep geometri, aljabar dan kalkulus.

    Sesuai dengan namanya, software matematika dinamis (dynamic mathematics software), software  ini dapat dimanfaatkan untuk membuat konsep-konsep matematika menjadi dinamis. Konstruksi dan eksplorasi dari bangun-bangun geometri dan grafik suatu persamaan semuanya dapat dilakukan secara dinamis, sehingga pembelajaran matematika menjadi eksploratif dimana siswa dapat melihat secara langsung dan instant keterkaitan antara representasi analitik dan visual suatu konsep maupun keterkaitan antar konsep-konsep matematika. Ini tampak dari tampilannya (interface-nya) yang terdiri dari 3 jendela: jendela analitik (aljabar), jendela  grafis  (visual), dan jendela  numerik  (spreadsheet). Suweken, Gede (2013:12) berpendapat bahwa geogebra sangat membantu sebagai media pembelajaran matematika dengan berbagai kemampuannya untuk memvisualisasikan konsep-konsep matematika secara dinamik..

3.   Pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

Berdasarkan kurikulum Mathematics in Context (MiC), Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) merupakan salah satu sub pokok bahasan aljabar yang diajar dengan berlandaskan filosofi dari pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Berikut ini adalah penjelasan tentang pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang diawali dengan menguraikan pengertian dari Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), kemudian menguraikan bagaimana pembelajaran konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan jenjang kognisi siswa (sesuai dengan fenomena gunung es atau iceberg phenomenon).

  1. Pengertian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

                    Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) adalah dua buah PLDV yang saling terkait, dan kedua PLDV tersebut memiliki penyelesaian atau akar yang sama. Bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y adalah

dengan a,b,c,d,e, dan f  bilangan real; a dan b tidak keduanya 0; d dan e tidak keduanya 0. x, y adalah variabel dengan a dan b koefisien variable x. d dan e koefisien variable y serta c dan f konstanta persamaan.

b.     Himpunan Penyelesaian SPLDV

Menentukan himpunan penyelesaian dari Persamaan Linear Dua Variabel dan

Sistem Persamaaan Linier Dua Variabel. Penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah nilai-nilai x dan y yang dicari sedemikian sehingga memenuhi kedua persamaan linear.

  • Langkah- Langkah Menyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan Metode Grafik

Langkah- Langkah Menyelesaikan SPLDV dengan Metode Grafik

  • Menggambar garis yang mewakili kedua persamaan dalam bidang kartesius
  • Menemukan titik potong dari kedua grafik tersebut
  • Titik potong dari kedua grafik itulah yang menjadi penyelesaian SPLDV
  • Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir penelitian ini berupa input, proses dan output. Input dari penelitian ini yaitu guru belum optimal dalam penggunaan media pembelajaran yang dapat melatih peserta didik belajar secara mandiri untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis. Penggunaan media pembelajaran belum optimal, guru lebih mengutamakan pemberian pengetahuan secara konvensional, belum memanfaatkan teknologi berupa media atau software pembelajaran yang menunjang dan kurang memberikan ruang yang bebas bagi peserta didik untuk melakukan penyelidikan serta mengembangkan cara berpikir objektif dan kritis analitis. Kurangnya pemerataan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengakibatkan peserta didik yang antusias menjadi berkurang, peserta didik juga kurang diberikan ruang untuk mengemukakan gagasannya secara bebas dan tidak merangsang peserta didik untuk memberikan jawaban yang beragam.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis di dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan media atau software Geogebra. Media ini sangat bermanfaat karena kegiatan konstruksi dan eksplorasi dari bangun-bangun geometri dan grafik suatu persamaan semuanya dapat dilakukan secara dinamis, sehingga pembelajaran matematika menjadi eksploratif dimana peserta didik dapat melihat secara langsung dan instant keterkaitan antara representasi analitik dan visual suatu konsep maupun keterkaitan antar konsep-konsep matematika sehingga dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis peserta didik.

  • Hipotesis Tindakan

        Berdasarkan deskripsi teoretis dan fokus penelitian di atas, dapat dirumuskan suatu hipotesis tindakan penelitian ini adalah: ”Penggunaan Media Software Geogebra Dapat Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tambun Selatan Pada Materi SPLDV.”

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  1. Setting Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII.A SMP Negeri 1 Tambun Selatan, yang beralamatkan di Jl. Pendidikan II No. 100 Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini dilaksanakan pada Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021, yaitu dari bulan Oktober sampai dengan November 2020 pada KD 3.5 Menjelaskan sistem persamaan linear dua variabel dan penyelesaiannya yang dihubungkan dengan masalah kontekstual dan KD 4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.

  • Subyek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII.A SMP Negeri 1 Tambun Selatan yang berjumlah 39 peserta didik. Peneliti dalam penelitian ini dibantu oleh salah satu orang guru yang bertindak sebagai kolaborator yang bertugas mengamati jalannya kegiatan pembelajaran. Data dari guru untuk melihat tingkat keberhasilan peningkatan kemampuan representasi matematis peserta didik menggunakan media software Geogebra. Dan data dari observer (kolaborator) sebagai sumber data untuk melihat implementasi Penelitian Tindakan Kelas secara komprehensif, baik dari peserta didik maupun guru.

  • Metode dan Desain Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yaitu dimaksudkan untuk mengatasi suatu permasalahan yang terdapat di dalam kelas. Menurut Kemmis yang dikutip oleh Sanjaya (2015: 94) bahwa penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan oleh peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial mereka. Disain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dapat digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut:

  • Langkah-langkah Penelitian

Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian ini meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi.

  1. Tes dipergunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar matematika peserta didik pada KD 3.5 dan 4.5 dan indikator yang dijabarkan dari Indeks Pencapaian Kompetensi yang ada pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan menggunakan media software Geogebra dengan model discovery learning.
    1. Observasi, dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas peserta didik dan peneliti selaku guru dalam kegiatan pembelajaran yang implementasinya menggunakan media software Geogebra dengan model discovery learning.
    2. Angket atau Kuesioner
      Kuisioner (questionnaire) juga sering dikenal sebagai angket. Angket adalah instrument penelitian yang berupa daftar pertanyaan untuk memperoleh keterangan dari sejumlah responden (sumber yang diambil datanya melalui angket). Tujuan penggunaan angket atau kuisioner dalam proses pembelajaran adalah untuk memperoleh data mengenai latar belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses belajar mereka.
  • Dokumentasi, digunakan untuk memperoleh data sekolah dan nama peserta didik, serta foto dan video rekaman proses tindakan penelitian. Dokumentasi merupakan metode untuk memperoleh atau mengetahui sesuatu dengan buku-buku, arsip yang berhubungan dengan yang diteliti.
  • Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan usaha untuk memilih, membuang, menggolongkan, menyusun ke dalam kategorisasi, mengklasifikasikan data untuk mendukung tujuan dari penelitian. Langkah analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Reduksi Data

Reduksi data dilaksanakan sejak pertama kali pengambilan data, di mana setiap kali mendapat data, saat itu juga peneliti melakukan proses penyeleksian, memfokuskan serta menyederhanakan data mentah menjadi informasi yang bermakna. Begitu juga hasil evaluasi akan dioleh bersama, sebagai bahan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penelitian tindakan kelas ini. Hal ini dilakukan, baik untuk siklus I dan II.

  1. Deskripsi Data

Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan diagram batang. Tabel digunakan untuk melihat hasil pengamatan pada lembar observasi dan hasil belajar peserta didik pada tiap siklusnya.

  1. Verifikasi

Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dan evaluasi dari pelaksanaan siklus penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik prosentase melihat kecenderungan dalam kegiatan pembelajaran.

  1. Hasil belajar dengan menganalisis nilai peserta didik yang dikategorikan dalam tingkat ketuntasan belajar peserta didik, dengan dasar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 74,00.
  2. Aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, dengan menganalisis tingkat keaktifan peserta didik.
  3. Aktivitas peneliti dalam proses pembelajaran, dengan menganalisis tingkat keterampilan dan kemampuan peneliti/guru dalam kegiatan pembelajaran.
  4. Indikator Keberhasilan Penelitian

Penelitian ini dikatakan berhasil apabila memenuhi indikator output dan indikator proses sebagai berikut::

1. Indikator keberhasilan output atau hasil dari kegiatan proses pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dan diukur dari  kemampuan representasi matematis peserta didik berdasarkan tes akhir di tiap siklus dikatakan meningkat apabila dalam proses pembelajaran terlihat adanya peningkatan jumlah peserta didik yang tuntas pemahaman dari siklus 1 ke siklus berikutnya dengan kriteria sekurang-kurangnya 80% dari jumlah peserta didik yang ada di kelas, tuntas belajar sesuai dengan Kriteria ketuntasan Minimal (KKM) yaitu memperoleh nilai >74,00

2. Indikator proses dalam penelitian ini adalah dengan melihat tingkat keberhasilan selama proses pembelajaran, meliputi indikator keberhasilan aktivitas aktivitas belajar peserta didik, indikator keberhasilan RPP dan indikator keberhasilan penilaian pelaksanaan pembelajaran.

3. Aktivitas belajar peserta didik di katakan meningkat apabila dalam proses pembelajaran terlihat adanya peningkatan aktivitas belajar peserta didik dari minimum aktivitas belajar peserta didik berkategori aktif atau baik. Adapun alat ukurnya adalah berdasarkan penilaian sikap selama pembelajaran berlangsung. Indikator keberhasilan penilaian pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat apabila pelaksanaan pembelajaran dikatakan berhasil jika 80% perencanaan yang dibuat oleh guru sudah berhasil. Adapun alat ukurnya adalah berdasarkan lembar observasi aktivitas kegiatan pembelajaran.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penggunaan software Geogebra pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) di kelas VIII.A SMP Negeri 1 Tambun Selatan dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis peserta didik yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi SPDLV. Peningkatan ini terlihat dari meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar peserta didik, yaitu sebelum penelitian diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 72,15 dengan tingkat ketuntasan belajar 46,15% meningkat pada Siklus I menjadi 76,90 dengan tingkat ketuntasan belajar 71,79%, dan Siklus II meningkat menjadi 78,46 dengan tingkat ketuntasan belajar 89,74%.

Pembelajaran menggunakan software Geogebra, peserta didik didorong untuk mengksplorasi secara mandiri. Peserta didik belajar melalui keterlibatan aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dalam pemecahan masalah, dan guru mendorong peserta didik untuk mendapatkan pengalaman dengan melakukan kegiatan yang memungkinkan peserta didik menemukan konsep dan prinsip untuk diri mereka sendiri, bukan memberi tahu tetapi memberikan kesempatan atau dengan berdialog agar peserta didik menemukan sendiri. Pembelajaran ini membangkitkan keingintahuan peserta didik, memotivasi peserta didik untuk bekerja sampai menemukan jawabannya. Melalui penggunaan software Geogebra, guru juga berusaha membimbing peserta didik untuk mampu mengorganisir pengalaman belajar menjadi sebuah pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya secara pribadi maupun manfaat bagi masyarakat secara umum.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan software Geogebra dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis peserta didik yang ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar matematika materi sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII.A SMP Negeri 1 Tambun Selatan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik, yaitu sebelum penelitian diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 72,15 dengan tingkat ketuntasan belajar 46,15% meningkat pada Siklus I menjadi 76,90 dengan tingkat ketuntasan belajar 71,79%, pada Siklus II menjadi meningkat menjadi 78,46 dengan ketuntasan belajar 89,74%.

Penggunaan software Geogebra dalam kegiatan pembelajaran matematika menjadikan peserta didik menjadi lebih mudah memahami materi pelajaran yang diberikan karena software Geogebra dapat membantu peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, peserta didik juga dapat terbantu untuk adanya penemuan dalam kegiatan pembelajaran menggunakan software Geogebra, sehingga kegiatan pembelajaran lebih bermakna.

  1. Saran-saran

Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran, diantaranya:

  1. Bagi peserta didik
    • Peserta didik dapat menggunakan pengalaman yang telah dilakukan dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan software Geogebra sebagai media pembelajaran untuk menemukan dan memahami konsep materi lainnya yang berhubungan dengan sistem persamaan.
    • Peserta didik diharapkan lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga dapat mempermudah memahami materi pelajaran dan berdampak terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
    • Peserta didik diharapkan lebih dalam mengeksplorasi software Geogebra, karena media software Geogebra sangat membantu peserta didik untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan sistem persamaan..
  2. Bagi guru
    • Guru diharapkan dapat senantiasa menggunakan software Geogebra dalam kegiatan pembelajaran pada materi SPLDV atau materi lainnya yang berhubungan, sehingga peserta didik lebih aktif, berpikir secara kritis dalam memahami materi yang diajarkan dan dapat membuat peserta didik lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.
    • Guru diharapkan lebih mengeksplor lagi penggunaan software Geogebra dan menjadikannya sebagai inovasi dalam pembelajaran, sehingga dapat diterapkan oleh guru-guru pada semua mata pelajaran untuk dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.
  3. Bagi sekolah

Sekolah hendaknya memberikan fasilitas pembelajaran yang memadai, serta sarana pendukung untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran demi meningkatnya mutu pendidikan di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Afgani, Jarnawi. (2011). Analisis Kurikulum Matematika. Bandung: Universitas Terbuka.

Alhadad, Syarifah Fadillah. (2010). Meningkatkan Kemampuan Representasi Multipel Matematis, Pemecahan Masalah Matematis dan Self Esteem Siswa SMP melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Open Ended. Disertasi UPI Bandung: Tidak diterbitkan

Amelia, Alfiani. (2013). Peningkatan Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Melalui Penerapan Pendekatan Kognitif. Tesis Universitas Pendidikan Indonesia. [Online] Tersedia:repository.upi.edu/531//6/S_MTK_0909022_CHAPTER3.pdf [7 Oktober 2020]

Hohenwarter, Markus dan Preiner. (2007). Incorporating Geogebra Into Teaching Mathematics At The College Level. [Online]. Tersedia : http://archive.geogebra.org/static/publications/2007_ICTCM_geogebra/ICTCM2007-geogebra.pdf [7 Oktober 2020]

Jaenudin. (2008). Pengaruh Pendekatan Kontekstual terhadap Kemamppuan Representasi Beragam Siswa SMP. Tesis Universitas Pendidikan Indonesia[Online].Tersedia:http://sydney19.files.wordpress.com/2010/04/pengaruh-pendekatan-kontekstual-terhadap-kemampuan-representasi-matematik-beragam.pdf [7 Oktober 2020]

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Materi Pelatihan Guru; Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud

Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia  Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian

Lestari, K.E. dan Yudhanegara, M.R. (2015). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: Refika Aditama

National Council of Teachers of Mathematic (NCTM). (2000). Principle and Standards for School Mathematics. [Online]. Tersedia: http://www.nctm.org/uploadedFiles/Math_Standards/12752_exec_pssm.pdf [7 Oktober 2020]

Nursanti, Ria Sugiatno dan Hartoyo, Agung. (2015). Jurnal: PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN