Pembelajaran Asyik Saat Pandemi, Bisakah?

Oleh Listiani Tular Kurniasih, S.Pd.

Guru SMPN 1 Tambun Selatan

Sesuai dengan imbauan dari WHO, pemerintah Indonesia juga memberikan imbauan untuk menghentikan acara-acara yang dapat menyebabkan massa berkerumun demi mencegah penularan virus tersebut. Hal ini berdampak pada dunia pendidikan. Adanya wabah virus ini menghambat kegiatan belajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka hingga keluarlah surat edaran dari Kemdikbud dengan nomor 3696/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid 19. Kondisi yang demikian ini membuat para guru berbondong-bondong untuk memilah dan memilih platform pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan pembelajaran dalam jaringan atau pembelajaran digital yang sesuai untuk penerapan pembelajaran kepada peserta didik.

Berkenaan dengan pembelajaran jarak jauh, di SMPN 1 Tambun Selatan tidak ada penyeragaman jenis moda pembelajaran dalam jaringan (daring)  yang digunakan. Pemilihan moda daring yang cocok dalam pembelajaran diserahkan kepada guru bidang studi masing-masing sesuai dengan kebutuhan pembelajaran sehingga moda daring yang digunakan di sekolah ini cenderung beragam. Moda daring yang digunakan di sekolah ini di antaranya zoom, edmodo, google classroom, dan google form. Adapun platform lain sebagai media atau sarana penunjang pembelajaran, di antaranya youtube dan whatsapp. Meskipun pembelajaran dilakukan secara daring, tetapi kualitas dan pelayanan yang harus diberikan kepada peserta didik tidak boleh berkurang.

Meskipun saat ini pembelajaran yang dilaksanakan dalam jaringan disebabkan oleh kondisi pandemi Covid 19 di Indonesia, tetapi sebenarnya tuntutan pendidikan saat ini memang mengharuskan guru beserta peserta didik untuk melek akan literasi digital. Hal ini berkenaan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang di dalamnya memperkenalkan model pembelajaran digital. Pembelajaran digital (digital online course) adalah praktik pembelajaran yang menggunakan teknologi secara efektif untuk memperkuat pengalaman belajar peserta didik yang menekankan instruksi berkualitas tinggi dan menyediakan akses ke konten yang menantang dan menarik, umpan balik melalui penilaian formatif, peluang untuk belajar kapan saja dan di mana saja, dan instruksi individual untuk memastikan semua peserta didik mencapai potensi penuh mereka.

Pada dasarnya, pembelajaran digital diterapkan menggunakan beberapa prinsip, yakni personalisasi, partisipasi aktif peserta didik, aksesibilitas, dan penilaian. Dalam hal pemanfaatan pembelajaran digital, setidaknya ada tiga potensi atau fungsi pembelajaran digital yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari- hari, yaitu sebagai alat komunikasi, alat mengakses informasi, dan alat pendidikan atau pembelajaran. Terkait dengan ragam pemanfaatan pembelajaran digital, ada beberapa aplikasi yang dapat diintegrasikan dan dimanfaatkan dalam kelas digital, di antaranya adalah penggunaan mobile learning atau m-learning, pemanfaatan media sosial seperti facebook, instagram, youtube, snapchat, twitter, whatsapp, line, dan sebagainya pemanfaatan pembelajaran berbasis permainan, serta pemanfaatan cloud computing.

Perkembangan dunia modern yang semakin pesat akan berdampak pada perubahan pola atau gaya hidup dalam masyarakat terutama peserta didik pada generasi Z seperti saat ini. Perubahan ini tentu memberikan ruang yang besar bagi semua aspek kehidupan untuk berkembang tak terkecuali dunia pendidikan. Dalam bukunya, Soedijarto (2008:1) mengatakan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan di dalamnya. Dalam hal ini, pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, perlu kreativitas dan inovasi tertentu dalam sistem pendidikan Indonesia bagi generasi Z sebagai subjek utama pendidikan. Pada dasarnya kehidupan generasi Z tidak terlepas dari perkembangan teknologi terutama teknologi digital. Persebaran informasi dan pengetahuan menjadi luas dan mudah didapat. Peran handphone, internet, media sosial menjadi signifikan dalam perkembangan psikologis dan gaya belajar mereka.

Pada masa pandemi seperti saat ini, guru dituntut dapat memberikan pelayanan pembelajaran yang terbaik dan pengalaman belajar yang bermakna untuk peserta didik. Meskipun secara umum kehidupan peserta didik generasi Z tidak mengalami kendala yang berarti terkait penggunaan teknologi, tetapi dalam kondisi khusus pandemi seperti ini, sedikit banyak kondisi psikologis mereka terganggu. Rasa bosan atau jenuh membuat mereka menjadi enggan melakukan pembelajaran daring. Di sinilah guru memiliki peran yang signifikan untuk membangkitkan semangat belajar peserta didik. Variasi dalam penggunaan metode dan media pembelajaran sangatlah diperlukan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik sebagai anak milenial. Perangkat teknologi seperti handphone, internet, dan media sosial dapat guru gunakan sebagai media pembelajaran. Berkaitan dengan media pembelajaran, guru dapat membuat media pembelajaran berupa animasi, permainan, atau model kuis agar pembelajaran menjadi lebih menarik. Dalam hal ini, platform yang dapat digunakan, misalnya plotagon, wordwall, quiziz, educandy, dan sebagainya. Keberhasilan pembelajaran di masa pandemi ini tidak hanya ditentukan oleh kreativitas guru dalam mengemas pembelajaran menjadi semenarik mungkin, peran orang tua peserta didik juga penting di dalamnya. Kondisi saat ini membuat peserta didik berinteraksi dengan keluarganya terutama orang tua sangatlah besar. Koordinasi antara guru dan orang tua peserta didik sangatlah penting. Orang tua harus menyadari betapa pentingnya peran mereka dalam mengingatkan, membimbing, dan memotivasi anak-anaknya untuk tetap semangat dan senang belajar serta mendukung segala program pembelajaran yang telah guru canangkan demi kebaikan dan pengalaman belajar bagi anak-anak mereka. Saat nuansa pembelajaran tercipta di mana pun itu termasuk di rumah, peserta didik tentu akan menjadi lebih semangat untuk belajar. Kerja sama yang baik antara sekolah, guru, dan orang tua, akan memberikan kebermaknaan dalam pembelajaran yang didapatkan oleh peserta didik. Jika sudah demikian, tentu pembelajaran asyik pada masa pandemi dapat tercipta.